Jumat, 29 Oktober 2010

Kedaruratan Trauma Maksilofasial


Siang ini…2:26 PM. Bosen dengan proses belajar menuju ujian Kompetensi Nasional. Saya berusaha sedikit meluangkan waktu untuk mengetik beberapa tips buat para klinisi. Semoga bermanfaat…


Kedaruratan trauma maksilofasial merupakan suatu penatalaksanaan tindakan darurat pada orang yang baru saja mengalami trauma pada daerah maksilofasial (wajah). Misalnya: kecelakaan lalulintas, jatuh tertimpa tangga, berkelahi dengan tetangga dan sebagainya.
Disini saya akan membahas tentang “Sikap dan penatalaksanaan ketika didatangi atau mendatangi ehm…maksud saya tiba2 mendapati pasien trauma maksilofasial”. Yaaahhhh…mana tauuuuu, ada orang dijalan ato tetangga yang membutuhkan pertolongan kita…sebagai klinisi setidaknya kita dapat membantu bukaan??

Contoh kasus: Pasien umur 20 tahun, pria (brondong ciin), berkulit putih, berkebangsaan Australia (ga penting), belum menikah (lebih ga penting), bermata coklat (paling ga penting) datang dengan kondisi syok pasca kecelakaan lalulintas. Nah…apa yang harus kita lakukan sebagai klinisi baikhati dan budiman???

Primary Survey
Pengelolaan trauma memerlukan kejelasan dalam menetapkan prioritas. Tujuannya adalah segera mengenali cedera yang mengancam jiwa pasien. Seperti Obstruksi jalan  nafas, cedera dada dengan kesukaran bernafas, perdarahan berat eksternal dan internal, dan cedera abdomen. Ingat hanya dilakukan selama 2-5 menit…lewat dari situ… semoga beliau diterima disisiNya dan dan beristirahat dengan damai RIP
Yang termasuk dalam survey primer (pemeriksaan pertama) adalah:
ABCDE ( Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure) 

Airway : menilai jalan nafas, apakah pasien bisa bernafas??? Kalo ngga bisa. Periksa rongga mulutnya, mana tau ada gigi palsu, sampah, ato sejenisnya yang menghalangi jalan nafas pasien. Setelah itu dapat dilakukan Chin lift(pengangkatan dagu) atau jaw Thrust (pengungkitan rahang), suction seluruh cairan dan darah dari rongga mulutnya, bila perlu lakukan intubasi trachea(apabila anda berkompetensi melakukannya silahkan bila tidak…segera telpon ambulance)

Breathing : menilai pernafasan,  jika pasien masi sadar dan dapat berbicara…maka jlan nafas dan pernafasan baik. Apabila tidak maka perlu dinilai ulang:
Apakah ada rongga dada yang terluka?? Segera tutup jika ada luka robek pada dinding dada, selanjutnya bantu dengan pernafasan buatan.

Circulation : menilai sirkulasi peredaran darah, hentikan perdarahan eksternal.
Lakukan penekanan untuk menghentikan perdarahan sementara.

Disability : menilai kesadaran dengan cepat, bagaimana respon pasien terhadap nyeri. Sadar atau tidak? Ingaaat!!! Ngga dianjurkan untuk mengukur dengan GCS…kenapa??? Lamaaaaaaaaa!!!!!!!  Cara yang paling cepat dan jelas yakni  AVPU: Awake, Verbal(respon bicara), Pain (respon Nyeri), Unrespond (tidak ada respon sama sekali).

Exposure: menilai keseluruhan tubuh.jika ada kecurigaan cedera leher atau tulang belakang, segera lakukan immobilisasi inline

Selama dilakukan Primary Survey diatas….jangan lupa untuk segera memanggil Ambulance ke lokasi kejadian. Karena Secondary Survey biasanya dilakukan dirumah sakit oleh orang2  lebih berkompeten yang juga memiliki sarana dan prasarana yang lebih memadai.  Selamat mencoba… #eh  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar